Monday, August 30, 2010

My Own Rome



Yes, love with everything needs understanding. And yes if there is no understanding there's no love.

Isn't love the biggest and heaviest part in your back pack? Isn't love take too much understanding? Isn't understanding create weariness? Isn't weariness lead you to boredom? and when boredom hit your faith, don't you want to get away for all of it?

Yes, I am here. Fighting with a new form of self-ego. I don't blame anyone but myself. am Craving to get away from what I have now. All of it, work, home, relationship. I want to get away to find my new home where i don't need to worry how i look, what i wear, whose i make friends with and other stuffy stuff. I want someone who doesn't know my past and my future, someone who see my present. Someone who'll run if I run and walk if I walk. Someone from outer my world. I need to see the outer world cuz my world is narrow.

I am stuff with the need to call, to text, to meet in order to fill lonesome. I am longing to meet someone that I can talk anything and do anything without worrying that person like it or not.  I am longing for someone who wait for me not I am the one who wait. I need to be far away from breakable faith and put the worry of being cheated again away. I am on my highest self-ego. I'll let you alone chasing me this time. I'll run to It where I can feel heat and warm. I am tired of cold this time.

p.s. o shit my english worsen

Monday, August 23, 2010

A Friend Without Aims



"A friend is someone who doesn't care about what you wear, how much money do you earn, where do you work, whose you make friends with"

That was my facebook status recently. Well again I got inspired from my surroundings. Yeah jadi ini lah hasil berkumpul-kumpul kemarin pada saat buka bareng. Di satu tempat yang sama ada beberapa group buka bersama yang memang beberapa gw kenal dan (mungkin) mereka kenal gw. Haha. Jadi seperti ini lah gambaran yang gw dapet. Dari beberapa yang ada gw memilih mendudukan diri gw di kumpulan teman-teman yang kalau bersama mereka gw ga akan repot mereka akan mikir apa. Pusing klo duduk diantara orang-orang yang sedikit-sedikit berkomentar tentang apa yang lo pake, bagian kerjaan lo, berapa gaji lo, dan siapa temen-temen lo.

So I set my but with my-first year in high school-friends which take a long time for me to meet them. I frequently absent every-time they hold some meetings. Melihat mereka gw bisa merasakan perubahan-perubahan di tiap individu dari terakhir gw bertatap muka dengan mereka. Yang paling excited buat orang adalah dimana lo kerja, dengan begitu mereka bisa tau berapa gaji lo. Pembicaraan akan berbelok menjadi saling membangga-banggakan apa yang mereka dapat, apa yang mereka lakukan, apa yang mereka akan lakukan dengan apa yang mereka dapat. Well, it stuffy for me. Dan kemudian akan terdengar "Wah keren lo ya", "Wah asik donk jalan-jalan terus", "Wah hape lo bb seri terbaru", "Wah gw abis ke Bali", "Wah nanti kita ke Singapur", dan "Wah Wah Wah" lainnya ya.

Gw senang mendudukan diri gw diantara temen-temen yang ga bikin gw cape dengan stuffy stuff like what i mention. Gw ga perlu repot gw mau keliatan cantik atau ga, pake baju branded atau ga, tas mahal atau ga, sepatu asli atau ga, mereka kerja dimana, jadi apa, gaji berapa. Temen-temen gw adalah orang-orang pilihan which is yang bisa nerima gw bener-benernya gw bukan gw yang fake. Gw yang fake hanya untuk mereka yang fake juga. Impas!. or mungkin mereka juga ga tau klo mereka fake.hahaha..

Well, be a good friend for someone then s/he will become your good friend in return.(but just don't expect to it too much)

Cheers,

Playfull



Wew, last weekend is a blast. Why? If it possible I might cut my self into 6 or 7 pieces... There's 5 breakfasting together with friends but actually am dying to have breakfasting at home which until now it still a dream to me.

Hoaa banyak banget yang harus gw lakuin pas weekend. Mulai dari saudara dan temennya yang pulang dari negeri jauh, temen-temen yang datang buat buka puasa bareng, dan keinginan hibernasi dirumah tanpa di ganggu gugat. Tapi semua ga bisa gw lakuin secara berbarengan.

Hmm... bukannya gw ga mau ikut jalan-jalan sama sodara dan temennya yang datang dari jauh. Am dying for it. Tapi gw juga harus lebih real, gw udah kerja, dan weekend gw punya tanggung jawab absen ke rumah dan ketemu ade-ade gw walaupun sebentar. Dan belakangan ini mood gw sangat-sangat fluktuatif. Gw jadi kangen masa kebebasan pas waktu itu gw yang ngatur tapi sekarang gw diatur waktu. hiks hiks.Tapi mungkin beberapa orang lupa gw ada di tahap yang sudah berbeda dari sebelumnya. Apa boleh dikata gw sudah puas main begitu kan-walaupun nerimanya susah tapi gw berusaha koq...

Friday, August 20, 2010

Home



Though food in restaurant extremely delicious
Though food in my home isn't my mom's
Though food in my home I can't expect

But I am dying to go home soon
 
I miss my bed
I miss my brothers the most
and where I can spoil

Huft. I am longing my home. my mom. and my mom's food.

Thursday, July 29, 2010

A Bitch For My Spouse



"be a bitch only to your spouse,cuz when they're cheating, they're cheating only to a bitch"
 
That was my facebook status yesterday. A bit controversial. A bit harsh. Tapi itu gw. Kata-kata gw tajam sangat, dalam mengomentari sesuatu atau memberi masukan buat temen-temen terdekat tapi itulah gw. Am trying so real inside out. Gw ga mau nge-fake-in diri gw dengan menjadi manis atau anak yang lugu. Sorry that just wasn't me. Tapi gw juga orang yang sangat berpikir terlalu serius untuk mempublish atau mempost atau mengatakan sesuatu yang memungkinkan orang lain baca. Kenapa? Karena gw ga mau (sebisa mungkin) jatoh karena kata-kata gw sendiri yang ga bisa gw jalanin. Gw punya prinsip "orang besar adalah orang yang menjalankan kata-kata besar yang terlontar dari dirinya". Yupe gw pengen jadi orang besar. Yang kata-kata gw bisa di dengar banyak orang. bisa menggugah hati banyak orang. supaya bisa bermanfaat bagi sesama. That's it.

Balik lagi kenapa gw nulis status seperti itu. Percaya kalo gw ditunjukkan kehidupan orang lain sebagai model dalam kehidupan-terutama mengenai kehidupan berpasang-pasangan. Selingkuh, mendua, have fun. Apapun namanya itu ga ada yang halal. Tapi itu jadi contoh. Makanya hal-hal kayak gitu eksis.

Perselingkuhan ga selalu terjadi di laki-laki tapi juga di perempuan. Jadi ga ada diskriminasi gender disini. Kalo laki-laki selingkuh alasannya macem-macem begitu juga perempuan. Tapi klo ditarik benang merahnya simpel: kurang pengertian kurang pemahaman akan dirinya sendiri apalagi orang lain. Dan yang paling enak adalah cari kambing hitam "MENYALAHKAN ORANG LAIN" untuk kesalahan yang kita sendiri lakukan. Jadi klo lo perempuan yang kurang menarik jadilah bitch buat pasangan dan buat dia hanya mematahkan lehernya buat lo. Klo lo laki-laki cuma mikirin kelamin lo yang doyan naik turun carilah pelacur dijalanan yang bisa dibayar seadanya dan ga usah pulang ke rumah. Dan klo lo perempuan yang menye-menye manja memaksa meminta waktu banyak dari pasangan lo berusaha jadilah lebih mandiri, lo dikasih kaki tangan kepala otak buat berpikir dan hati buat memahami keperluan masing-masing orang. Klo lo laki-laki yang serius banget klo kerja atau ngutak ngatik kode program atau maen ps/game atau apapun itu sempetin lah menyediakan waktu yang berkualitas atau obrolan yang berkualitas tentang lo dan pasangan lo dan hubungan lo seperti lo menyediakan waktu buat kerja atau buat ngutak-ngatik kode program atau maen ps/game karena nanti yang nemenin lo pas udah kake-kake dan giginya tanggal semua bukan hal-hal kayak itu tapi pasangan hidup lo.

Usahakan lah yang terhebat buat pasangan dan bersyukur lah untuk usaha pasangan, mudah-mudahan kita ga akan pernah merasa kekurangan.

p.s lakukanlah hal kecil seperti memasak dan membuatkan minuman untuk pasangan. klo bisa minimalisasi dimasakin pembantu. karena pasangan kita ga menikah dengan pembantu.
Happy Thursday everyone!

Cheers,

Almost End



It's End of The Month. Yippie

Finally, with unbearable feeling akhirnya mendorong gw juga untuk keluar dan hang-out dengan teman-teman SMA gw. Senang rasanya bisa mengenali pribadi seseorang lebih dalam ketika kita berinteraksi lebih dekat. Gw menyadari beberapa perubahan dalam setiap diri teman-teman gw. Senang rasanya begitu kita tahu kita ga sendiri dalam proses pendewasaan ini. Tadi malem, para cewe-cewe ini melarikan diri dari pasangan masing-masing dan rutinitas sehari-hari. Pembicaraan yang ringan tetap bisa membuat gw mengenali perubahan dalam diri teman-teman gw.

Bulan Juli ini banyak banget ngasih gw pelajaran dan renungan-renungan yang dalam buat jiwa gw. Mengenali sosok laki-laki yang baik dan ga pernah cukup, hubungan dengan pasangan yang setiap hari berubah karena setiap hari kita berubah, hubungan sosial dengan teman-teman yang selama ini menjadi terbatasi dengan kebutuhan masing-masing, hubungan keluarga yang membangun emosi secara lebih baik namun tidak terarah, pemikiran tentang menikah-punya anak-menjadi istri-menjadi ibu-memiliki suami-memiliki ayah anak-anak gw yang masih belum sampai ditahap berkeyakinan tinggi karena banyak dipengaruhi apa yang sudah terjadi-apa yang saya lihat-apa yang saya rasakan sampai hubungan pribadi dengan diri sendiri dalam menyelami kesabaran dan kemarahan yang ga bisa dijelaskan.

Semua hal itu terlalu banyak. Tapi Allah paling mengetahui segala kebaikan di hidup gw dan gw mensyukuri itu. Masih dengan cita-cita menjadi orang yang besar dan menjadi inspirasi hidup orang lain. Semoga semua jalannya dimudahkan, dilancarkan, dan diarahkan Allah SWT.

The last but not least, untuk mama yang selalu saya rindukan. Walau terkadang saya lupa berdoa dalam solat untuk mama, I Love You, saya masih berjuang mempelajari apa yang selama ini belum saya pelajari. Kita pasti bertemu lagi nanti.dan saya pastikan saya harus memelukmu dan merasakan masakanmu lagi. Miss You

Friday, July 23, 2010

High Vibe in July



Wow, It's been a busy month lately, I keep delaying what I want to share with you.

All this work stuff, and the heaviest part in my backpack which is family and relationship increase its weigh significantly. But I am glad, it's a gift.

Banyak banget hal yang berubah secara intensitas dan mendewasakan gw lebih dalam kehidupan. Suasana kerja yang nyaman belum tentu menghadirkan ketidak gelisahan dalam hati. Tapi memang ga semuanya sempurna sie. But I hafta bear with it.

See you around...