Showing posts with label positive. Show all posts
Showing posts with label positive. Show all posts

Wednesday, October 19, 2016

Me In Hijab


picture from here

After all the ups and downs. After all the silly questions to help me brace the decision. After a 3-long years I finally decided myself to wear a hijab. 

It's been years full of sign and my anxiousness of all the ridiculous fear but I am glad I was there in the end. If anything I would make a habit to wear a hijab as early as possible if I have a daughter. If anything I was mad to my parents that they did not teach me to wear one from the beginning. So that I have to have this struggle. So that I have to re-boot my mind of how I see beauty. Islam is a beauty and all the clause in it is beauty. So wear a hijab is a beauty.
"O you Children of Adam! We have bestowed on you raiment to cover your shame as well as to be an adornment to you. But the raiment of righteousness, that is the best. Such are among the Signs of Allah, that they may receive admonition.” (Quran 7:26)
And say to the believing women that they should lower their gaze and guard their modesty; that they should not display their beauty and ornaments except what must ordinarily appear therof; that they should draw their veils over their bosoms and not display their beauty except to their husbands, their fathers, their husbands' fathers, their sons, their husbands' sons, their brothers, or their brothers' sons or their sisters' sons, or their women or the servants whom their right hands possess, or male servants free of physical needs, or small children who have no sense of the shame of sex, and that they should not strike their feet in order to draw attention to their hidden ornaments. And O you Believers, turn you all together towards Allah, that you may attain Bliss.” (Quran 24:31).

“O Prophet, tell your wives and your daughters and the women of the believers to draw their cloaks close round them (when they go abroad). That will be better, so that they may be recognised and not annoyed. Allah is ever Forgiving, Merciful.” (Quran 33:59). (from here)

I am in no place to judge others so you don't have to make excuses in your heart to make what you did is okay (If you are not wearing a hijab). But I remember once I was ashamed and cried because I am Islam and still not wearing a hijab. Today I may not in a phase where I start wearing a long abaya but I start with lose clothes and I hope someday I will be there. I realized that still learning a lot of thing and I hope someday I will be a Muslim as a whole and die in Islam as a whole.

Wednesday, November 3, 2010

November Hope




Dear November,

I thank to this one person who encourage me. His words wake me that I can through this with or without my man. He said:

"Kadang Tuhan mempertemukan kita dengan orang-orang yang salah sebelum akhirnya mempertemukan kita dengan orang yang tepat..."

Semoga cepat dipertemukan dengan yang tepat. AMIN!

To my man: I love you until time God keep my love for you. God has direct authority to change what I feel and what you feel.


Love,


November

Wednesday, May 12, 2010

Penjelajah Jiwa

Ntah kenapa saya merasa bersyukur. Sekarang jiwa saya benar-benar sedang mengelana. Ya, jalan-jalan menikmati semua nikmat nyata dan semunya dunia. Rasanya memang ga selalu enak karena yang namanya berususan dengan jiwa itu (huft) ga selalu enak dan ga selalu buruk. Kalau lagi senang kita bisa lupa diri, tapi kita kan juga ga pernah tau apakah kebahagiaan itu benar dan nyata atau yang kemudian menguap dan hilang. Begitu juga dengan kesedihan. Hidup emang bener ya kayak roda berputar. Yupe, itu hak prerogatif Sang Pencipta buat naro kita diatas atau dibawah, yang pasti kewajiban kita berusaha. Berusaha itu macem-macem lho, termasuk ibadah, dan ini yang sering kita lupa. Tapi ini kan yang bikin hidup jadi sangat seru. Disaat kita senang atau sedih pun kita harus bawa-bawa perasaan kita kemana pun kita pergi. Andai bisa di taruh di rumah dan diletakkan di kotak dan kita kunci supaya kita bisa terus menjalani hari-hari tanpa terganggu dengan jiwa yang fluktuatif dan ga mengenal waktu. Tapi kita manusia, makhluk ciptaan Sang Pencipta yang paling sempurna masa kita kalah sama setan. Jangan mau. dan saya ga mau. Setidaknya saya berjuang untuk yang terbaik buat saya.

Ada cerita. Ini buat contoh. Laki-laki dan perempuan sama ketika berurusan dengan uang. Kita sering kali berkata “widiiih, dya keren ya gaji nya udah double-digit” coba deh bayangin berapa lama dia berusaha, bagaimana dia berusaha, apa pengorbanan dia untuk mencapai itu. Percaya deh klo kamu di taro di tempat dia belum tentu kamu bisa se-sukses dia yang mungkin itu kamu ga lebih sukses atau lebih sukses dari dia. Apa sih itu gaji? Gaji itu kan refleksi usaha kita. Semakin besar maka dibutuhkan juga usaha yang besar. Sekali lagi usaha itu macem-macem termasuk sabar. Kita ga bisa menyamakan pencapaian tiap individu temen-temen kita. Karena buat saya pencapaian saat ini-belum punya gaji double-digit-sudah yang terbaik saat ini karena hasil pemilihan pilihan yang ga mudah dan saya terima. Manusia itu cenderung rakus jadi berapapun kita dapet klo kita ga bersyukur akan selalu kurang. Tapi berapa terbatas nya yang kita dapet tapi kita bersyukur pasti akan selalu ngerasa banyak.

atau “wow, cowo itu mobilnya keren, tampilannya kayak cowo gaul atau kayak pengusaha muda atau cowo itu cool” (biasanya yang kayak gini perempuan deh) coba deh kalian pikir mobil siapa sih itu-mobil hasil jerih payah keringat orang tuanya atau jerih payah cowo itu. Aduh maaf ya buat laki-laki yang punya mobil tapi hasil beli-an dan jerih payah orang tua nya terus sombong, lebih mending klo dia beli pake duid hasil keringet sendiri-lebih wajar asal jangan kelewatan. Penampilan dan cara bergaul orang memang menentukan teman bermain mereka tapi percaya deh klo udah pada tua juga ya sama koq keriput-keriput juga jadi enaknya suka sama orang berdasarkan penampilan fisik tuh cuma sebentar. Berapa tahun lagi coba kita sebelum waktu kita tua? kecuali kamu vampir “Cool” apa itu? Kalo di bahasa Indonesia-kan artinya sejuk...ha ha ha apakah karena seseorang sejuk sajakah kita akan melihat seseorang. Mungkin yang baik itu sejuk hatinya ya dan tingkah laku nya bukan cuma tatapan dan body language nya aja yang cool.

Kebayang ga sih klo kita setiap hari harus berantem sama kata hati kita sendiri tetang kita harus bagaimana dan bagaimana. Kita berantem dengan diri sendiri dan bikin perasaan-perasaan itu campur aduk. (Huft) Tapi inilah nikmatnya hidup. Setiap sesuatu yang terjadi di hidup kita itu pasti ada hikmahnya. Ini salah satu contoh kita melawan semua kenikmatan dan ketidak-nikmatan dunia. Salah satu contoh perdebatan di jiwa yang kadang kita ga sadar. Nafsu, iri, cinta, benci dan lainnya itu nempel di setiap sendi-sendi kehidupan. Coba deh denger lebih dalam kata hati kita. Di situ kita bisa nemuin jelek dan bagusnya diri kita. Sekarang tergantung kita mau bagaimana.

Kalau kamu ga pernah berantem dengan diri kamu sendiri, wew, kamu perlu bertanya-tanya, kamu itu siapa?

Begini ya. Ini sekadar tukar pikiran. Nanti kita lanjutkan lagi.

Cheers,

Wednesday, May 5, 2010

Perang


Oh ya gw sedang banyak tertatih-tatih melawan diri gw sendiri.

Melawan sifat-sifat yang mengukir di diri. Gw beruntung dan bersyukur bisa tau apa sifat-sifat di diri gw karena ga semua orang punya kesempatan untuk tau sifat-sifat di diri mereka apalagi memerangi mereka di diri kita sendiri. yupe, gw manusia yang punya banyak sifat baik dan sifat buruk gampang banget buat sifat buruk menjalar di diri kita dan membuat kita terjebak bareng-bareng dengan setan tapi susah banget buat sifat baik untuk terus terukir di diri kita. dan inilah yang sedang terjadi dengan gw.
 
Perang melawan hawa nafsu. Perang melawan diri sendiri. Perang yang lebih besar dari Perang Badar

Kalau boleh berandai" setiap rasa yang ga enak boleh gw taro di rumah dan gw tetep bisa menjalani hari dengan baik tanpa harus merasa ada pergejolakan di diri gw. Enak kali ya. Tapi gw ga bisa, gw tetep harus bawa-bawa perasaan ini kemana pun gw pergi, dimana pun gw berada dan sampai kapanpun sebelum gw menang.

Kemaren sudah melawan nafsu amarah, kali ini nafsu makan, nafsu belanja, nafsu melihat orang yang punya ini itu. Tapi gw percaya koq gw pasti bisa karena manusia khan makhluk ciptaan Allah swt. yang paling sempurna.


Cheers,