Showing posts with label babies. Show all posts
Showing posts with label babies. Show all posts

Monday, October 26, 2015

Resep MPASI: Abon Ayam Handmade

Si kecil akan menginjak 12 bulan dan sudah suka sekali makan nasi lembek. Di satu sisi saya harus lebih pintar dan variatif dalam membuat makanannya. Akhirnya setelah browsing sana sini saya putuskan untuk membuat abon ayam handmade. Resep ini sebenarnya untuk >12 bulan tapi saya modifikasi dan sesuaikan dengan keadaan si kecil.

Bahan:
200 gr daging ayam dada

Bumbu:
3 siung bawang putih
3 siung bawang merah
1/2 kemiri
Serai
Daun salam
2 sdm kecap manis
Garam dan gula

Cara membuat:
1. Kukus daging ayam kemudian suwir tipis. Saya suwir ayam cukup besar tapi akhirnya saya suwir-suwir lagi

IMG_4367.JPG
2. Haluskan bawang putih, bawang merah dan kemiri kemudian tumis hingga harum. Masukkan daun salam dan serai.

3. Masukkan ayam yang telah di suwir-suwir. Tambahkan kecap dan garam gula. Terus aduk dan gunakan api kecil.

Saya sendiri tidak pakai kecap sebanyak 2 sdm saya hanya pakai sedikit sekali untuk memberikan warna mengingat si kecil belum genap 1 tahun. Saya juga tidak menambahkan garam maupun gula. Moms juga tidak perlu menambahkan serai dan daun salam tapi bumbu masak ini membuat abon menjadi wangi.

Abon ayam yang saya buat kurang kering karena si kecil sudah teriak-teriak minta makan :)
Jangan lupa disimpan ditempat kedap udara dan langsung di santap ya :)

Selamat mencoba moms!
IMG_4368.JPG

Review: Ergo Baby Carrier

Gendongan bayi merupakan salah satu article peralatan bayi yang mom dan dad wajib punya. Bulan-bulan awal saat sang buah hati cepat bertambah berat badan membuat para mom and dad seringkali merasa cepat lelah saat menggendong buang hati. Kehadiran gendongan samping atau kain jarik memang sangat membantu dalam mengurangi pegal saat menggendong bayi terutama dalam waktu yang lama. Tapi sering kita temui kekurangan gendong samping atau kain jarik yaitu distribusi beban yang hanya sebelah atau satu bagian pundak saja alhasil pundak cepat lelah.

Saat ini bertebaran produk-produk gendongan yang kegunaannya sangat membantu mom and dad dalam menggendong buah hati. Dari sekian banyak model dan merek gendongan yang betebaran di pasaran kesukaan saya adalah Ergo Baby Carrier.

Fitur:
• Gendongan depan, belakang, dan samping
• Ergonomis bahkan untuk membawa yang sangat berat
• 100% katun dalam body gendongan untuk melembutkan tiap tepinya
• Gesper berkualitas tinggi yang telah diuji oleh SGS
• Desain ergonomis mendukung posisi duduk yang benar untuk pinggul bayi, panggul dan tulang belakang pengembangan
• Membawa bayi dari baru lahir (dengan infant insert) sampai berat bayi 20 kg
• Tali nilon berkualitas tinggi disesuaikan dengan warna gendongan
• 100% katun kanvas agar maksimal tahan lama
• Diperkuat dengan jahitan di semua persimpangan kain
• Terdapat EVA foam di ikat pinggang

Posisi anak duduk di gendongan bukan menggantung seperti gendongan lain jadi aman buat bayi, tidak akan ada masalah di selangkangannya sekalipun dipakai lama, jadi nyaman untuk Bunda, nyaman untuk bayi/anak.

Gendongan ini juga dilengkapi fitur kemudahan mengatur ukuran talinya, dan juga safety elastic di setiap bucklenya memastikan keamanan bayi/anak, jadi sekalipun jika bucklenya terbuka bayi/anak tidak akan jatuh.

Ada kantong kecil tempat menyimpan barang, ada topi yang bisa dipakai kalau bayi/anak kepanasan, mau menyusui dan kalau bayi/anak tidur, jadi kepalanya tidak perlu disangga, Bunda bisa bekerja dan beraktifitas dengan leluasa karena dua tangannya bebas.

Tiga hal yang paling saya senangi dari Ergo Baby Carrier adalah:
 1. Tersedia topi yang bisa digunakan saat menyusui jadi tidak perlu pakai nursing apron lagi
2. Distribusi berat badan anak yang tidak menyebabkan pegal apabila menggendong terlalu lama
3. Banyak di pakai artis Hollywood ;)
Yes, that's me lol
Picture from here

So mom and dad siapa tau artikel ini berguna saat bingung memilih gendongan bayi. Atau ada gendongan bayi yang jadi favorit mom and dad ?

.Cheers.

6 Bulan dan MPASI

#LATEPOST#

Per hari ini si kecil berusia 10 bulan dan saya sedang berkutat dengan masa bayi susah makan. Saya tidak tahu kenapa tiba-tiba si kecil susah sekali makan dan setiap hari pada jam makan adalah masa saya 'berperang' untuk membuat si kecil mau makan. Dua-tiga suap sudah ok selebih itu luar biasa usaha yang harus dikeluarkan untuk membuat si kecil membuka mulut. Untuk next post ya..

Saya teringat awal kali MPASI dan si kecil sangat lahap menyantap MPASI buatan saya terutama yang berbahan labu kuning. Sebulan sebelum memulai MPASI saya mulai banyak membaca apa yang perlu dan tidak, apa yang boleh dan tidak, apa yang harus dan tidak dilakukan saat MPASI sampai ada masa saya excited, takut, ribet dll. Setelah 4 bulan berlalu dan menilik kebelakang banyak sekali hal-hal yang moms tulis atau referensi lain dalam mempersiapkan MPASI yang saya terapkan.

Apa yang saya rasa diperlukan?
1. Panci khusus untuk merebus atau memasak bubur bayi boleh baru boleh tidak asal tidak ada bekas memasak rendang disana :D
2. Talenan baru. Kenapa karena mayoritas talenan yang kita punya dirumah sudah melewati banyak fase memasak yang luar biasa.
3. Feeding set. Mangkok, piring, gelas, sendok khusus bayi ya. Mau pakai yang model magmag monggo tapi dari awal si kecil saya biasakan minum langsung di gelas. Saya sempat tertarik botol sendok dan lainnya tapi tidak karena saya membiasakan anak makan selayaknya kita makan.
4. Tempat makan dan minum untuk travelling. Kalo ga suka ke-mall ga perlu punya banyak-banyak. Secukupnya saja.
Pisau, saringan, blender, steamer/kukusan mayoritas itu sudah jadi barang wajib di dapur kan ya moms?

Apa yang boleh dan tidak boleh?
Moms yang anaknya mau MPASI pasti sudah browsing sana sini atau beli buku ini itu untuk cari informasi apa yang boleh dan tidak boleh dimakan sesuai umurnya. Karena setiap bayi berbeda maka apa yang cocok buat bayi tersebut mungkin berbeda dengan yang lain. Tapi saya setuju penerapan sistem 4 hari tapi bisa ya kurang dari itu kalo tiba-tiba apa yang dimakan ga cocok.
Mau sayur dulu atau buah dulu atau mau serelia dulu monggo yang di rasa sreg saja oleh moms.
Mau disuapin atau pakai metode BLW (baby led-weaning) ya yang moms sreg saja kalo saya melihat bayi BLW "tidaaaaaaaaaaaakkkkk' :D mungkin kalau si kecil sudah lebih besar lagi akan saya coba untuk BLW.

Untuk menu MPASI dari sekian banyak resep-resep MPASI yang saya baca, browsing, download, in the end menu makan bayi tidak saya bedakan dengan apa yang saya masak hari itu untuk saya dan si ayah. Kenapa? Meringankan pekerjaan moms terutama SAHM yang juga dikejar deadline setrikaan. Menyamakan rasa, jadi apa yang dimakan moms akan masuk kan ya ke asi nah dari situ si kecil belajar rasa yang dia makan sama dengan yang moms makan terutama untuk yang picky eater mungkin ya. Si kecil kurang suka ikan karena saya jarang makan ikan tapi demi membiasakan si kecil suka ikan saya pun belajar lagi makan ikan. In the end, kita mau si kecil untuk bisa makan makanan keluarga.

Untuk waktu makan si kecil saya biasakan sudah 3 kali sehari dengan porsi kecil dengan catatan si kecil merasa lapar.

Dari sekian banyak informasi yang saya baca, berikut 2 ini yang sangat saya jadikan pedoman dalam memasak MPASI.
photo(1)
from duniasehat.net
photoSo moms yang lagi siap-siap mau memberi MPASI jangan dibawa ribet dibawa mengikuti insting kita sebagai mommies aja yaaaa. Semangat ya moms :)

.Cheers.

Resep: Banana Puding Susu

Si kecil suka sekali pisang jadi untuk kali ini saya buat Banana Puding Susu sebagai cemilan setelah bangun morning nap.

Resep ini saya dapat dari artikel di facebook Baby Bar tetapi saya modifikasi lagi.

Bahan:
200ml susu asip/santan (saya pakai sufor)
10 gr tepung maizena
1 kuning telur
1 sdt mentega
1 pisang yang sudah matang

Cara membuat:
1. Campur setengah susu dengan tepung maizena dan kuning telur, kocok.
2. Masak sisa susu sampai mendidih kemudian masukan campuran susu+maizena+telur sampai mengental. Angkat lalu masukan mentega (atau bisa diganti mentega).
3. Potong dadu pisang kemudian campur dengan campuran susu yang telah disaring. Dinginkan. Dan siap disajikan.

Si kecil suka sekali puding banana susu ini, bangun tidur langsung dilahap semua. Pada saat pembuatan puding buatan saya agak encer setelah didinginkan mungkin karena tepung maizena yang saya campur kurang. Bagi yang menggunakan asip, memasak asip akan menghilangkan nutrisinya saran saya proses memasaknya bisa diganti dengan mengukus.

Selamat mencoba!
IMG_4365.JPG

Saya dan Mitos Merawat Bayi

IMG_1505-0.JPG

Menjadi ibu pasti jadi tantangan tersendiri terutama bagi first-time mom terutama Apa yang boleh dan ga boleh. Sebelum melahirkan saya banyak membekali diri dengan pengetahuan-pengetahuan seputar merawat bayi dan mitos-mitosnya yang seringkali buat saya ga masuk akal.

*Membedong bayi
Suka kan ya dengar alasan orang tua jaman dulu kalau dengan di bedong itu kaki bayi akan lurus dan tidak bengkok. Faktanya kaki bayi memang terlahir bengkok (bukan bengkok kali ya lebih seperti kaki katak) dan akan lurus seiringan dengan bertambahnya umur dan kemampuan berjalan. Saya sendiri membedong bayi saya selama dua minggu pertama saja dengan alasan membedong bayi membuat bayi tenang karena dapat memberikan kehangatan.

*Memakai gurita
Alasan pemakaian gurita pada bayi untuk mencegah perut kembung padahal setelah lahir bayi masih bernafas lewat perut. Penggunaan gurita dapat menyebabkan organ dalam tubuh bayi bisa kekurangan oksigen. Saya sendiri tidak memakaikan gurita karena ribet si ya.... :)

*Pemakaian Baby walker
Alasan pemakaian baby walker supaya anak cepat bisa berjalan. Saya sendiri menggunakan baby walker hanya karena merasa terbantu karena si Kecil anteng dan bisa ditinggal melakukan pekerjaan lain. Saya hanya menggunakan baby walker selama dua bulan karena fakta saat anak didudukkan di baby walker dia hanya akan belajar duduk dan bergerak kemana pun dengan bantuan roda, sementara tubuhnya tidak akan belajar tegak. Hal ini terjadi pada anak saya maka untuk belajar berjalan saya berikan stimulasi lain dengan mengejar bola.

*Ibu dan bayinya tak boleh keluar rumah sebelum 40 hari.
Sebenarnya ga ada keharusan seperti ini ya. Secara logis karena daya tahan tubuh bayi masih sangat lemah saat usianya di bawah 40 hari. Jadi kalau harus ikut jalan-jalan ke mall berjam-jam ya kasian karena banyak virus dan bakteri yang bertebaran. Saya sendiri keluar rumah dengan membawa bayi saat bayi saya 3 minggu itupun hanya ke restoran makan sebentar lalu pulang.

*Tangan dan kaki bayi harus selalu ditutup dengan sarung tangan/kaki.
Saya sendiri kurang paham kenapa bayi harus selalu pakai sarung tangan dan kaki. Saya hanya mengenakan sarung tangan selama kuku bayi belum digunting dan jika udara dingin selain itu saya tidak pakai karena Indonesia beriklim tropis dan panas dan pemakaian sarung dapat mengurangi perkembangan indera perasa pada bayi.

*Bayi bau tangan.
Vonis kejam dan yang paling menyebalkan adalah "bayi jangan keseringan digendong, nanti jadi manja dan bau tangan”. Apalagi orang yang ngomong juga ternyata suka menggendong anaknya.
Sebenernya saya tidak pernah percaya istilah bau tangan. Bau bawang bau terasi iya saya percaya tapi bau tangan? Ga. Here's why: bayi cuma tau satu cara berkomunikasi dengan menangis. Dengan alasan yang beragam dari mulai lapar haus sakit perut bosan ingin main kangen ibu kangen ayah sakit tidak nyaman atau sekedar bermanja-manja hanya si bayi yang tahu. Jadi di gendong itu ibarat dipeluk bagi kita orang dewasa, rasanya nyaman kan kalau setelah dipeluk? Itu juga yang dirasakan bayi saat digendong: kenyamanan. Tapi bukan berarti semua tangisan bayi bisa berarti minta gendong. Untuk menyiasatinya diperlukan keahlian orang tua untuk selalu menghibur dan membuat nyaman anak tanpa digendong :) Selalu ingat bahwa anak tidak akan selamanya suka digendong.

*Penggunaan Empeng Tidak Baik.
Biasanya bayi berusia kurang dari 1 tahun masih dalam fase oral.
American Academy of Pediatrics menyarankan penggunaan empeng daripada membiarkan bayi menghisap jempol karena menghisap jempol lebih memungkinkan pertumbuhan gigi bayi menjadi tonggos serta jempol tidak selalu bersih. Saya sendiri telat menyadari bahwa anak saya punya refleks menghisap yang buanyak dan memungkinkan pemberian empeng daripada mengempeng di PD ibunya yang selama ini terjadi dan membatasi ruang gerak saya. Intinya selama pemberian empeng tidak berlebihan dan tidak terus menerus tidak ada salahnya memberikan kenyamanan pada si bayi lewat empeng. Diperlukan kebijaksanaan orangtua mengenai kapan dan berapa lamanya penggunaan empeng.

Sekian dulu ya moms di lain waktu dibahas mitos-mitos lain dalam merawat bayi. Stay positif dan jangan gampang panik ya moms :)

.Cheers.

Resep MPASI: Kentang Panggang Daging Giling

Halo moms,

Kali ini mau berbagi resep MPASI bisa untuk 8 bulan ke atas ya tapi berhubung anak sayang sudah 13 bulan jadi saya buat kasar dan tidak halus.

IMG_5104.JPG

Bahan:
4 buah kentang ukuran sedang
2 siung bawang putih
1/4 siung bawang bombay
100gr daging giling
200ml susu cair (saya pakai sufor)
1 butir telur
100gr keju parut
Lada (saya lupa pakai)
Unsalted butter
Cara memasak:
1. Kukus/rebus kentang sampai empuk
2. Sambil menunggu kentang empuk, tumis bawang putih dan bawang bombay kemudian masukkan daging giling sampai berubah warna
3. Masukkan susu cair, telur dan keju. Masak hingga mendidih dan mengental
4. Siapkan wadah tahan panas. Potong kentang lalu susun dalam wadah tahan panas. Lalu tuangkan campuran daging giling tadi.
5. Panggang dalam oven 180 selama 20 menit.
Untuk 3 porsi

Selamat mencoba ya moms.

Belajar Menjadi Tidak Sempurna

Rumah berantakan, mainan berceceran, sisa makanan berjatuhan belum lagi tumpukan cucian piring yang menggunung atau tumpukan cucian baju yang harus dicuci dan disetrika.
Atau
Si kecil sedang senang belajar makan sendiri walau apa yang dimakan jauh lebih sedikit dari yang dibuang, coretan-coretan rasa ingin tahu anak di dinding rumah, sampul-sampul buku yang terkoyak saat si kecil ingin membaca buku.
Moms pasti pernah ya mengalami hal yang demikian dirumah dan dengan si kecil. Tapi itulah nikmatnya hidup ya moms, menemani perjalanan belajar si kecil yang luar biasa sambil terus beribadah mengurus rumah tangga :) Satu hal baru ni moms yang saya pelajari semenjak saya menjadi seorang ibu adalah belajar menjadi tidak sempurna. Berhubung saya OCD membuat saya menjadi orang yang perfeksionis. Segala sesuatu harus dilakukan dengan sebaik-baiknya agar hasilnya sangaaaaaat maksimal (dan sangat rapih, sangat bersih, sangat terstruktur, sangat on-time).

Adanya kebiasaan itu harus saya buang jauh-jauh saat saya menjadi seorang ibu dan seorang full-time mom. Mempertahankan kebiasaan itu hanya akan buat saya stress sendiri. Awalnya susah memang ya tapi saya berusaha menerima batasan diri saya sendiri dan memaafkan diri saya. Saya selalu bilang pada diri saya sendiri "It's okay you're doing great. You don't have to do it all".

Saya yakin setiap moms pasti bisa menyelesaikan segala pekerjaan rumah sendiri sambil terus meluangkan waktu bermain dengan anak. Susah ya moms liat rumah berantakan sedikit maunya rapih aja tapi kalo kata iklan aja "berani kotor itu baik" mau gimana lagi ya ga? Hahhhahha

Maunya ya moms rumah bersih rapih tidak ada tumpukan cucian piring atau cucian baju atau baju yang harus disetrika. Tapi dalam pengerjaannya setiap hari tidak mungkin di lakukan sekaligus ada saja yang harus terhenti di tengah jalan karena si kecil mengajak main atau si kecil sedang manja. Belum lagi mainan si kecil yang berceceran atau tumpahan makanan kecil si kecil yang belum sempat dibersihkan sudah dimainkan lagi. Saya sendiri menyerah pada keadaan dan harus bisa kompromi dengan situasi yang ada. Jangan harap main kerumah saya siang-siang ruang tamu akan bersih mengkilap dan rapi yang ada hanya ceceran mainan dan buku-buku si kecil yang ada. Walau si kecil saya biasakan main di baby-box tapi sepertinya dia tidak bisa lihat sesuatu yang rapi (seperti mamanya :D), dulu saya sempat pusing tapi sekarang saya jauh lebih tidak peduli rumah berantakan karena saat malam dan si kecil sudah tidur saya bisa bersihkan dan rapihkan kembali.
IMG_4579-0.JPG
Si kecil sedang berbaik hati cuma sedikit yang berantakan
Perlu usaha dan kerelaan yang lebih memang ya tapi semua worth-it. Menjadi seorang ibu justru membuat saya menemukan saya-saya yang lain yang saya tidak pernah saya kira akan saya lakukan. Saya yang lebih sabar. Saya yang bisa menaklukan OCD saya. Saya yang tidak sempurna.

.Cheers.

Friday, September 18, 2015

Fimosis dan Operasi Sirkumsisi (Khitan)

Tepat di usia nya yang ke 13 bulan si kecil harus di operasi sirkumsisi alias di khitan. Si kecil di diagnosis dokter mengalami infeksi saluran kencing karena fimosis. Sharing yuk moms biar ga terkaget-kaget seperti saya.

Apa sih fimosis itu dan kenapa?

Fimosis adalah penyempitan atau perlengketan kulup kelamin sehingga kepala kelamin tidak bisa terbuka sepenuhnya. Fimosis dapat menyebabkan penumpukan smegma (kotoran hasil sekresi kelenjar kulup) di sekitar kepala kelamin. Penumpukan smegma tersebut dapat mendukung penyebaran berbagai bakteri penyebab peradangan. Jika fimosis menyebabkan kesulitan buang air kecil sehingga urin tertahan di saluran kencing (uretra) maka dapat terjadi infeksi uretra. (Kompasiana)

Penyebab Fimosis pada bayi laki-laki yang baru lahir karena tidak berkembangnya ruang di antara kulup dan penis. Selain bawaan lahir tadi, fimosis bisa juga disebabkan infeksi atau peradangan berulang pada kulit depan penis, atau trauma (benturan). (Ayahbunda)

Pikiran saya melayang-layang tentang apa itu fimosis tapi intinya saluran kulup penutup penisnya kecil sehingga menyebabkan kesulitan saat buang air kecil.

Apa sih gejalanya fimosis?

1. Kulit kelamin tak bisa ditarik kearah pangkal ketika akan dibersihkan
2. Anak akan mengejan/kesakitan saat buang air kecil karena saluran kencing di ujungnya tertutup. Biasanya pada ujung alat kelaminnya tampak menggembung.
3. Air seni yang keluar tidak lancar
4. Demam.

Gejala yang tampak pada si kecil waktu itu hanya demam. Pada hari Sabtu si kecil demam tinggi >39 saya pikir karena selama seminggu saja ajak keluar jalan-jalan urus ini itu. Setelah pemberian obat penurun panas keesokan harinya suhu tubuhnya sudah turun dan memang masih sedikit hangat dan itu berlangsung selama 4 hari. Saya tidak langsung bawa ke dokter karena hari Minggu saya lihat ada gigi yang tumbuh dan saya kira si kecil demam karena akan tumbuh gigi. Hari ke-5 ayahnya meminta agar diperiksa ke dokter dan dari situlah akhirnya terungkap bahwa si kecil menderita infeksi saluran kencing karena fimosis.

Solusi yang diberikan dokter saat itu adalah sirkumsisi. Prosesnya cukup panjang ya tapi hal ini harus dilakukan mengingat jika tidak dilakukan operasi sirkumsisi kemungkinan terjadi infeksi saluran kencing akan terulang kembali dan akan berdampak buruk bagi ginjal si kecil.

Atas rekomendasi Dokter Anak saya berkonsultasi dengan dokter bedah anak dan hasilnya pun sama : fimosis dan sunat. Lalu diputuskanlah waktu operasi sirkumsisi secepatnya demi kebaikan si kecil. Prosesnya selama sirkumsisi si anak akan dibius total. O_O sereeeem pas denger harus di bius total tapi itu pilihan yang tersedia karena untuk kasus sirkumsisi anak dibawah 5 tahun mayoritas di bius total agar selama proses operasi tidak berontak dan menimbulkan efek trauma.

Saya melakukan operasi sirkumsisi di R.S. Hermina Bogor. Setelah mengurus keperluan administasi dan cek darah saya diharuskan berkonsultasi dengan Dokter Anastesi. Dokter akan menjelaskan proses dan resiko-resikonya termasuk bahwa ada resiko kematian saat bius total tapi selama ini belum pernah ada yang terjadi di rumah sakit tersebut. Ok penjelasan ini sukses buat saya uring-uringan. Tapi everything must go on demi kesehatan si kecil.

Setelah ditetapkan waktu operasi sirkumsisi saya dijelaskan bahwa pada hari operasi anak diharuskan puasa 5 jam. Selama proses menunggu waktu operasi sedikit banyak anak saya rewel karena lapar haus dan mengantuk sampai akhirnya waktu yang ditunggu tiba. Saya mengantar sampai ruang operasi kemudian setelah si kecil dibius saya keluar. Proses sirkumsisi memakan waktu 20-60 menit tergantung kondisi fimosis anak. Alhamdulillah 30 menit kemudian si kecil sudah keluar dan masuk ke ruang observasi untuk melihat respons setelah obat biusnya hilang.

Setelah keluar dari ruang operasi si kecil diharuskan bangun dan dicoba untuk minum. Anak sayang jagoan menangis sebentar lalu minta susu dan kemudian tidur lagi. Karena prosesnya yang tidak mengharuskan di rawat maka saya memutuskan untuk pulang. Hari pertama proses penyembuhan si kecil masih banyak merintih namun banyak menghabiskan waktu untuk tidur (mungkin masih ada efek obat bius atau lelah). Pada hari ke-2 si kecil sudah bisa bermain tertawa walau kadang menangis kesakitan saat dibersihkan penisnya. Hari ke-3 jahitan sudah mulai kering dan keesokannya saya sudah pakaikan celana karena saat lukanya kering si kecil ingin menggaruk-garuk penisnya mungkin karena gatal.

So moms semoga pengalaman ini bisa membantu. :)