Tuesday, August 9, 2011

Dream Wedding

Hello Tuesday,

I know I've been neglecting this blog quite a while. Since I have nothing much to do at office I do some blog walking and ended up at wedding photography blog. I know I am Indonesian. Rooting with its culture, custom, tradition you name it.

Don't ask me about wedding matrimony, it's based on your belief. Well, I guess I am not so into Indonesian tradition once it comes to wedding reception. But still manage my wedding reception in Indonesian way. I know you'll questioning why.

My dream wedding reception is something beautiful, lots of handmade stuff, simple and personal. Yupe I want something personal (since it is my day).

Something warm, intimate.......
 






 

 







Friday, July 1, 2011

Love = Life (Eat Pray Love - End)

Happy July everyone,



July is here.. Not practically summer in Indonesia I guess it the transition time. It always hot and raining out of the season. This is the last part of my "Eat Pray Love" phase. L O V E. Yes.. yes.. who doesn't want to feel love all the time.


Here are some random picture where Love is surely exist








If you want to see the whole pic you can have it here


Love, 

Fina

Tuesday, June 28, 2011

Pray = Mosque (Eat Pray Love Pt.2)

Hi,

I know when it come to religion, I come to a very sensitive yet important. Every religion has their own place of worship. Here, I'm just gonna show you what I want to visit if I had a chance to travel. A mosque. and a little experience of moslem life in other country.








Photo by Guijarro85


Photo by SyN+H


Photo by Joao Maximo


Photo by papalars

 and this is surely must be visited

Photo by Mo7amaD

last but not least 
from my own homeland, Indonesia

Photo by Imansyah™

Photo by durentiga

(via)

 Here some bonus pictures from moslem Korean soldier

Captain Son Jin-gu from Zaitoon Unit recites an oath at ceremony to mark his
conversion to Islam at a mosque in Hannam-dong, Seoul on Friday.
/Yonhap
Soldiers from Zaitoon Unit pray after conversion ceremony at a mosque in Hannam-dong, Seoul on Friday./Yonhap


Have a good pray,
Fina


Friday, June 24, 2011

Eat = Pizza (Eat Pray Love Pt.1)

Dear Readers,

Last week I found my fiancee Eat Pray Love dvd so nothing I can do than to watch it one more time. Basically, I love the story because it's full with self-improvement. Not many people really aware with what has grow in ourself.

The best part from the film is : "We call it "dolce far niente", the sweetness of doing nothing."

Someday I'll do my ll dolce far niente and tell you how does it feel.

Here I want to share something, I've been crazy about pizza. So last Friday and just got back from work where my entire world is exhausted. My dearest brother bought me (us-familly actually) PIZZA. Yummy, in my better consciousness I ate that 2 slice of pizza and heaven!

I know that Indonesian pizzas are far cry from the origin. Since I always love ITALY, I am desperately want to go to Italy and chop some pizzas for my self. Hope it'll come true in 2012. Naples, Yay!\


Pizza: The Soul of Italy by Justin Demetri
 
The word "pizza" is thought to have come from the Latin word pinsa, meaning flatbread (although there is much debate about the origin of the word). A legend suggests that Roman soldiers gained a taste for Jewish Matzoth while stationed in Roman occupied Palestine and developed a similar food after returning home. However a recent archeological discovery has found a preserved Bronze Age pizza in the Veneto region. By the Middle Ages these early pizzas started to take on a more modern look and taste. The peasantry of the time used what few ingredients they could get their hands on to produce the modern pizza dough and topped it with olive oil and herbs. The introduction of the Indian Water Buffalo gave pizza another dimension with the production of mozzarella cheese. Even today, the use of fresh mozzarella di buffalo in Italian pizza cannot be substituted. While other cheeses have made their way onto pizza (usually in conjunction with fresh mozzarella), no Italian Pizzeria would ever use the dried shredded type used on so many American pizzas.
  
The popular pizza Margherita owes its name to Italy's Queen Margherita who in 1889 visited the Pizzeria Brandi in Naples. The Pizzaioli (pizza maker) on duty that day, Rafaele Esposito created a pizza for the Queen that contained the three colors of the new Italian flag. The red of tomato, white of the mozzarella and fresh green basil was a hit with the Queen and the rest of the world. Neapolitan style pizza had now spread throughout Italy and each region started designing their own versions based on the Italian culinary rule of fresh, local ingredients.

linnyskitchen.blogspot.com

 How to make Pizza Margherita ?


www.godine.co.uk
Pick a Pizza





Am hungry for sure.

Let's share what are you "eat" ing right now!


Cheers,

Fina

Thursday, June 23, 2011

Saya dan (Mimpi) Travelling


Dear Readers,

Saya ter-besarkan di lingkungan penyuka travelling jadi buat saya liburan adalah travelling, mengagumi kreasi Sang Pencipta. Adalah bohong kalau saya ga 'laper' liat temen-temen yang diusia sekarang lagi senang-senangnya menghabiskan uang untuk jalan-jalan apalagi ke Singapore. Sekarang tiket serba murah si. 'Laper' si iya tapi butuh beribu kali buat saya menghabiskan uang yang saya dapat hanya untuk bersenang-senang sesaat.

Ceritanya waktu itu saya mau jalan-jalan ke pantai murah si Rp. 300.000 (ya TIGA RATUS RIBU) tapi lagi lagi saya terbentur dengan realita "sayang ah". Alhasil perjalanan saya kesana BATAL. Sampai pacar saya bilang "udah gak papa pergi aja kan ga mahal". Emang ga mahal tapi sekali ga ya GA.

Mimpi untuk travelling itu besar sekali tapi buat saya realita jauh lebih besar. There's some saying "IF you are not dreaming then you are not alive". Tapi buat saya kehidupan ga selalu tentang mengejewantahkan mimpi-mimpi menjadi kenyataan. 

Banyak diluar sana yang menggunakan uang orang tua untuk menunaikan hasrat travelling. Jangan disamakan travelling versi orang Indonesia dan orang luar. Banyak orang luar yang travelling menggunakan uang hasil kerja sambilan. Tapi ini saya. Saya tau susahnya mencari uang, kalau lalu saya habiskan untuk travelling rasanya keindahan itu cuma sesaat. Mengagumi ciptaan Tuhan ga berarti harus membuat saya jatuh miskin. Saya terbiasa harus punya uang simpanan. Saya boleh 'laper' liat temen-temen yang bisa keluar negeri ataupun keliling Indonesia kesana kemari tapi paling tidak saya punya tabungan.

Cheers,

Fina

Saat Kesederhanaan Itu Mahal


 Dear Readers,

Have been living in two lives, am not an amphibian literally, makes me grateful even more. Saya pernah berujar sama pacar saya.

Hidup dengan harta berlimpah dan gaya hidup berlimpah itu sudah biasa, yang tidak biasa ketika orang dengan harta berlimpah hidup dengan sederhana. Jaman sekarang sederhana itu mahal, yang mahal itu nilainya. Kalau orang dengan harta berlimpah itu mahal, yang mahal itu harganya.

Jadi saya pernah mendengar dari om Bob Sadino mengenai harga dan nilai. Harga berupa fisik sedangkan nilai itu kadang bisa berbanding terbalik dengan harganya. Jujur saja pembicaraan Bob Sadino mengenai enterpreneurship yang waktu itu saya ikuti, cukup menyegarkan. Banyak pembicaraan Bob Sadino mental kembali ke orang, kenapa? karena pada saat orang bertanya kepada Bob Sadino banyak hal yang justru sudah beliau jawab sebelum sesi tanya jawab. Disitu saya melihat kesederhanaan berpikir seorang Bob Sadino. Oia jangan harap saya membayar mahal untuk mendengar Bob Sadino berbicara tentang hidupnya, karena menurut beliau ini lah nilai-nilai yang mahal dari sebuah nominal di kertas. 

Sekarang saya banyak menghabiskan waktu di Ibukota yang semakin hari semakin ruwet orang-orangnya. Tapi saya termasuk di antara mereka yang tidak lagi menghabiskan waktu di mall untuk makan, shopping atau bahkan window shopping. Kenapa? Karena menurut saya belanja sangat menyita waktu dan tenaga dan uang. Coba bongkar lemari, berapa banyak baju sepatu dan tas yang masih ada price tag nya? berapa banyak baju sepatu dan tas yang udah lama ga dipake? Padahal diluar sana banyak orang yang belum tentu bisa selalu beli baju sepatu dan tas. Cara kita dibesarkan juga sangat mempengaruhi bagaimana perilaku seseorang terhadap uang. 

Saya banyak menghabiskan waktu membaca bagaimana kehidupan seseorang dari luar. Seringkali tertegun dengan orang wanita/pria yang berpenampilan sederhana dengan make-up, baju, tas, sepatu yang sederhana even untuk orang yang memakai merek-merek tertentu tapi saya sangat suka dengan tampilan sederhana.

Buat saya sederhana itu mahal. Baik sederhana secara tampilan fisik dan pemikiran. Mahal, karena-singkat kata-ga semua orang bisa melakukan hal itu. Memilih untuk menjadi sederhana.


Cheers,

Fina

Wednesday, June 15, 2011

A Life Without A Mom


Dear Readers,

Yes, a life without a mom. This time I'll write in Bahasa. Bermula dari pertanyaan pacar ke saya:
"Apa rasanya hidup tanpa seorang Mama? Apa perbedaannya dulu waktu mama masih hidup dan sekarang waktu mama sudah ga ada?"

Supaya tidak membingungkan. Ya, Mama saya sudah menghadap Allah SWT. hampir 12 tahun yang lalu saat saya baru berusia 14 tahun. Jadi memang saya masih sempat merasakan kasih sayang seorang Ibu.

Apa yang berbeda ya? Banyak.

dan inilah jawaban saya pada pacar saya:

Hmmm... Apa yah... Mungkin akan sangat berbeda saat orang tua kita meninggal ketika umur mereka sudah menua dan kita sudah dewasa. Tapi mama meninggal saat aku masih butuh banyak kasih sayang orang tua. Aku masih ada di fase beranjak dewasa. Dan begitu juga buat ade-adeku. Hmm, setelah bertahun-tahun rasanya sama aja si tapi masih manusiawi lah kalo ada rasa kangen dsb. Kalau tiap orang bisa makan makanan mahal di restoran tapi buat aku makanan mama yang sekarang mahal banget rasanya. Masakan mama cukup ga mirip sama masakan orang kebanyakan, makanya akan susah banget untuk dibeli. (Tapi ini benar, mamaku meninggalkan rutinitas makan yang sampe sekarang aku kangenin, disajikan dalam keadaan hangat saat kita benar-benar sedang lapar karena cape). Seberapa pun makanan enak ga bisa nandingin enaknya makanan mama. My mom maybe is not the best chef but her food is the most delicious for sure. But some people might agree, especially when you sick it's not a restaurant food that you missed the most but mom food.

Buat aku, PERHATIAN, adalah yang paling aku kangenin dari seorang Ibu. Contohnya kayak sekarang, pas persiapan nikah pengen aja ada orang yang ngeributin tetek bengek persiapan pernikahan. Mungkin orang pengen hidup adem ayem sama orang tuanya. Tapi buat aku, aku pengen berantem sama mama (baca: berselisih paham) tentang ini dan itu, tentang persiapan pernikahan. Pengen banget ada orang yang ribet sendiri soal pernikahan aku. Bukan mengecilkan arti seorang Ayah. Tapi seorang Ibu pasti pengen ini dan itu (baca: yang terbaik) buat setiap anaknya.Tapi semua itu hanya sebuah rasa kadang ada kadang hilang. Buat aku yang penting bersyukur masih bisa punya kehidupan yang sekarang.

lalu pacar bilang "Gimana ya kalau aku hidup tanpa mama?"

Syukuri aja semuanya. Saat mama ada. Saat mama ga ada. Hidup itu indah. dan saya percaya Allah itu adil untuk apapun itu. But this is me, others may be different.

Cheers,

-fina-