Monday, February 14, 2011
Valentine
Hai all,
I know I don't really celebrate it. But for some people love is in the air. I have tons of words to write but I need more time (to write). Happy Love day!
Thursday, February 10, 2011
Orang Asing dan Perempuan Berkulit Gelap
Ya mungkin seharusnya 'Bule dan Perempuan Berkulit Gelap'
Saya baru saja selesai jalan-jalan di halaman facebook salah satu teman yang berwarga negara Indonesia dan tinggal di luar Indonesia dan memiliki pacar orang bukan Indonesia.
Sepintas saya tertegun 'Benar-benar ya orang bule itu sukanya sama perempuan Indonesia yang berkulit gelap"
Saya mengerti, menerima, melihat dan merasakan kenapa banyak perempuan Indonesia berkulit gelap yang begitu tertarik dengan orang asing. Dari sekian banyak mungkin bisa disimpulkan orang asing lebih bisa menerima pribadi wanita Indonesia apa adanya dibandingkan dengan orang lokal. Ga ada generalisasi tapi ini mayoritas. Cara orang asing menerima pribadi perempuan sangat apa adanya terutama terkait fisik. Mereka tidak mempedulikan apakah kamu cantik atau biasa saja, apakah kamu putih atau berkulit gelap, apakah kamu harus dandan atau tampil polos saat nge-date, atau mengharuskan kamu feminin atau tomboy, atau bagaimana masa lalu kamu, dan lainnya. Mereka sangat mengagumi kecantikan hati pasangannya, mengagumi keeksotisan warna kulit pasangannya apalagi yang berkulit gelap, menghargai pendapat pasangannya, mendengarkan keinginan pasangannya, melibatkan peran pasangannya dalam kehidupan mereka, mengapresiasi apapun yang pasangannya lakukan secara positif, fokus dengan masa depan hubungannya tanpa terpengaruh masa lalu. Berbeda dengan kebiasaan mayoritas di kita yang masih sangat tenggelam untuk mengetahui masa lalu pasangannya dan melihat seseorang dari fisik terlebih dahulu.
Mungkin ini yang membuat banyak perempuan berkulit gelap menyukai bule menurut saya mereka GA RIBET. Dalam berhubungan kenyamanan itu sangat diperlukan. Dengan tidak banyak demand terhadap pasangan dan tidak memberikan kekhawatiran terhadap pasangan kalau laki-laki akan selingkuh kalau kita tidak selalu tampil cantik - pada saat nanti semua kecantikan yang diidam-idamkan akan berakhir sama, tua dan keriput, melibatkan pasangan dalam kehidupan menunjukkan ketergantungan satu sama lain.
Tidak mengecilkan keberadaan laki-laki Indonesia tapi saya merasa hal-hal seperti itu kurang di laki-laki di Indonesia. Semoga yang positif bisa memberikan pencerahan buat semuanya.
Cheers,
Sofia
Kenapa Harus Putih?
Ya kenapa harus putih?
Di negara saya mereka yang berkulit putih lebih menarik secara fisik dibandingkan mereka perempuan dengan kulit berwarna. Memang ga bisa digeneralisasi karena berkaitan dengan Personal Preferences. Tapi mayoritas di Indonesia baik perempuan dan laki-lakinya memuja warna kulit putih atau kulit berwarna cerah. Pendek kata putih lebih enak dilihat. Kalo kulit berwarna gelap cenderung kurang menarik atau kalau dimakanan ada kluwek kalau kulit ada bluwek.
Saya sendiri memiliki kulit berwarna tapi sejujurnya yang membuat saya terganggu adalah pemikiran-pemikiran yang tidak enak yang muncul dari lingkungan. Lihat saja diiklan mana pun penggambaran sosok berkulit putih itu cantik dan sangat menarik dan banyak pula produk-produk yang menawarkan agar kulit tampak putih bukan kulit tampak gelap. Berbanding terbalik dengan yang di luar negeri, mayoritas orang asing menyukai kulit berwarna. Seringkali kita ga sadar saat mendeskritkan penampilan seseorang. Pernah ga secara sadar ga sadar bicara:
"Dia kan item, koq lo mau si (jadi pacarnya)?"
"Bule-bule sukanya sama perempuan-perempuan berwarna yang kayak pembantu"
"Pacar lo kan dekil"
"Orang-orang (daerah itu) keling bgt"
dan lain sebagainya
Mungkin kulit berwarna kita jika tidak dirawat dengan baik memungkinkan terlihat kusam. Harus saya akui memiliki kulit berwarna membuat saya harus pintar-pintar merawat diri dan memakai pakaian yang sesuai yang mampu menampilkan keindahan kulit saya. Tapi menurut saya itu berlaku di warna kulit apapun termasuk kulit warna cerah. Tapi mungkin tingkat pengajaran terhadap keberagaman hanya sekedar teori. Karena diskriminasi warna kulit masih ada secara lebih halus. Salah satunya dengan penggambaran produk-produk bahwa kulit putih atau cerah itu indah. Tidak ada yang bisa memilih dilahirkan dengan warna kulit yang dia mau, semua ciptaan Tuhan pasti indah. Saat kita mencela ciptaan Tuhan, bukankah secara tidak langsung kita mencela Tuhan. Semoga dapat memberikan pencerahan!
Cheers,
Sofia
Friday, February 4, 2011
Amaze
"What fascinated you doesn't fascinated me. What fascinated me doesn't fascinated you. But I fascinated the way you fascinated."
There's a lot of things in you that I found cute. We're counting our differences though To walk in a different path when we are together is difficult. No matter what I stick with you like a glue.
It's not an envy.
You just adoring big stuff.
Amaze by every single magnificent result.
I fascinated friendship.
It's not I have the whole world.
Amaze by every single human affection.
Differences are always there.
I always here.
Wednesday, February 2, 2011
Cewe Matre!
Wah judulnya mudah-mudahan tidak menyinggung perasaan Kaum Hawa ya. Terinspirasi dari hasil tukar pikiran dengan kaum Adam. Hai kaum Adam dan Hawa, semoga ini bisa jadi pencerahan buat kita semua.
Cewe Matre.
Sampai saat ini masih ga ngerti dari mana mindset: Kalo pacaran harus cowo yang bayarin. Beda halnya dengan menikah, kalau itu saya mengerti. Jadi ini kegundahan Kaum Adam, membiayai kaum Hawa. To be honest mari Kaum Hawa dan Kaum Adam jauhilah kemunafikan. Ini adalah yang disebut MATERI : Uang, rumah, mobil, dan segala investasi yang berupa barang. Case ini untuk yang masih status pacaran belom merit dan belum ada janur kuning yang layu. (Buat yang udah merit juga bisa si).
Cowo:
- "Kenapa si semua cewe itu sama, selalu pengen dibayarin dari awal sampe akhir kalo lagi jalan sama cowonya",
- "Kenapa cewe lebih suka cewe yang bisa kemana-mana pake mobil dan bukan pake motor, kalo pake motor bilang panas lah atau apa lah kesannya ribet banget",
- "Kenapa ga pt-pt aja, lagian kan gw bukan suaminya belum ada kewajiban buat ngebayarin semuanya kalo udah jadi suami juga gw ga mau punya istri yang matre",
- "Cewe itu harus bisa mengerti keadaan cowonya."
- "Apa yang bisa dilihat dari cowo kalo cowo selalu bayarin, beliin semua yang cewe mau?" (Oke ini pertanyaan yang cukup menohok)
dan inilah hasilnya
Hai Kaum Adam, kamu adalah imam dalam rumah tangga begitu pula pemimpin dalam pacaran. Kamu punya kemampuan menggerakkan perempuan menjadi apa yang baik. Mayoritas Kaum Hawa sangat suka hal-hal berbau materi. Siapa yang tidak suka dimanjakan dengan uang, uang mungkin tidak selalu bisa membuat kita bahagia tapi dengan uang kita bisa membeli sesuatu yang membuat kita bahagia, uang bisa membeli teman, pacar, sepatu, tas, baju, dan lainnya. Perempuan suka tas bermerek seperti Guess atau baju Zara atau barang-barang lainnya. Begitu pula saat kencan (bahasa apa ini) senang rasanya kalau sang laki-laki bisa selalu bayarin saat kita lagi jalan-jalan. Enak ya ga ngeluarin uang dan ngebiarin cowonya ngebayarin semuanya.
Punya pacar yang punya uang dan bisa bayarin sang perempuan apa aja yang dia mau. Pacar yang punya mobil bagus, pekerjaan dan gaji yang bagus, uang yang banyak selayaknya perhiasan yang ga akan bikin malu kalau mau dibawa kemana-mana. Coba deh sebanyak apa sie cewe yang GA AKAN NGELUH kalo cowonya ga bisa selalu bayarin makan saat jalan-jalan dan berakhir dengan bayar sendiri-sendiri sekalipun cowo itu adalah orang yang sangat berkecukupan, sebanyak apa cewe yang ga ngeluh kalo diajak jalan-jalan pakai motor tanpa merasa risih akan kena debu, panas, dll.
Hai Kaum Hawa, jangan menjual gender kita untuk memanfaatkan Kaum Adam. Hai Kaum Adam, jangan mengumbar harta kalian untuk memanfaatkan kaum Hawa. Kaum Hawa menyatakan kesetaraan gender. Kaum Hawa bisa beli apa aja yang di mau, makan apa aja yang diinginkan, melakukan apa aja yang disenangi tanpa harus memanfaatkan Kaum Adam. Hai Kaum Adam lebih baik kamu tabung uang yang kamu punya untuk beli rumah atau sekolah atau menikah di masa depan, tidak ada kewajiban untuk membelikan atau membayari Kaum Hawa koq pada saat masa pacaran. Hai Kaum Adam kalau kamu memacari cewe matre, JANGAN NGELUH!
Psstt, emang ga banyak koq Kaum Hawa yang ga memikirkan materi. Tapi pasti ada koq. Beruntunglah yang bisa menemukannya. Pacaran mengajarkan dua manusia saling menyayangi dan berbagi kehidupan begitu juga berbagi materi. Coba lupakan mindset "Kalo pacaran harus cowo yang bayarin/beliin."
Bisous,
Sofia
Tuesday, February 1, 2011
Turn Over
It's already February!!!
Time fly by using its speed of light. Yupe last Sunday I turn 25 (baca: DUA PULUH LIMA) and as expected people surround me didn't realize how old I am but it's better than last year. I did a few things and received tons of love. Here you go am just gonna share some pics and left shut up.
my Birthday Gift
Thank you for @avaSugarrush for remembering My (Dream) Birthday Wish List 2 months ago and made it come true
and
A little pouch with my favorite pattern. I always love handmade birthday gift.
I envy her for her creativity I couldn't do.
Thanks to @ditamaulani a brilliant crafter who own her Yellow Pony Online Shop and don't forget to visit her Handmade Nest
My birthday dinner
Many thanks for all prays and hope. May Allah SWT give you many in return.
Wednesday, January 26, 2011
Love Without Aim
Kali ini saya mau nulis dalam Bahasa Indonesia walaupun judulnya dalam Bahasa Inggris. *_*
Cinta tanpa tujuan.
Ini adalah segelintir kegundahan kaum perempuan atas suatu hubungan yang mungkin saya alami, saya dengar dan saya lihat. Hai kaum Adam dan Hawa, semoga ini bisa jadi pencerahan buat kita semua.
Seringkali saya dengar keluhan-keluhan kaum perempuan tentang pasangan mereka, ya PACAR mereka. Perlu diketahui diumur yang tak lagi muda dengan rata-rata umur 23-25 tahun. Apa sih yang seringkali terdengar dari mereka? Ya. "Kapan ya pacar saya ngelamar saya", "Duh, pengen nikah", "Umur makin tambah tapi belom menikah juga", atau ini yang lebih sering terdengar "Pacar saya serius ga si, koq ga ada omongan-omongan tentang menikah"
Ya, wahai kaum Adam kami kaum Hawa sangat gelisah dengan umur dan kondisi hubungan yang ujungnya ga jelas. Walau dalam kehidupannya kaum perempuan tetap menjalani dengan pasangannya, tapi ga sedikit yang takut atau gelisah sama ujung hubungannya. We're not gonna waste time if you'rent serious with us. Seriously man, please pay attention more to this. Bukan pernikahannya yang cepat yang perempuan-perempuan itu ingin. Tapi lebih pada kenyataan dan pernyataan kalau sang laki-laki serius, supaya ada ikatan lebih dari pada pacaran ala anak remaja, dan supaya ada tujuan dalam menjalani hubungan (Menikah juga lebih baik terutama untuk pasangan yang sudah pacaran terlalu lama).Tapi kayaknya ga semua kaum Adam cukup AWARE dengan hal-hal seperti ini, mereka pikir membiarkan perempuan menunggu dan bertanya-tanya hal yang ga pasti adalah baik. Terlalu lama menunggu akan menimbulkan kebosanan, kebosanan akan menimbulkan perselingkuhan (mungkin). Kalau kaum Adam bisa begitu serius dalam bekerja, bisakah kalian juga lebih serius dalam membicarakan masa depan yang akan kalian rajut sama pasangan kalian?
Kami kaum Hawa bukan pengeluh yang tidak bisa mengerti pacar yang selalu sibuk, atau lebih mementingkan teman-teman cowonya atau game-ya game! Kami juga bukan orang yang akan terlalu menuntut dinikahi esok atau lusa. Kami rasa kami akan senang kalau kalian bisa berbicara tentang masa depan (nikah) dengan lebih serius supaya hubungan ini ada tujuan. Kami kaum Hawa juga akan mengerti "Kalau jodoh di tangan Tuhan" at least berusahalah.
Bukannya mereka, perempuan, tidak mau bicara seringkali mereka takut, segan dan malu atau terkesan memaksakan. Saya masih sedikit konservatif jadi ada baiknya laki-laki yang memulai pembicaran mengenai tujuan awal dan arah hubungan yang dijalani.
Psst, hadirlah secara emotional dan secara fisik dan berkomunikasi yang baik lah tentang apa yang terjadi di dalam hubungan dan di dalam personal pasangannya. Atau kalian lebih memilih pasangan kalian untuk cerita ke orang lain padahal kalian orang terdekat pasangan kalian?
Bisous,
Sofia
Subscribe to:
Posts (Atom)







